Tampilkan postingan dengan label Rangkaian elektro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rangkaian elektro. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Februari 2015

Skema berbagai lampu LHE

Skema berbagai lampu LHE barangkali ini bisa membantu dan menambah pengetahuan....








Sumber : Kang Karya Nyata

Rabu, 18 Februari 2015

Rangkaian Adaftor AC Matic /Inverter Las

Gambar Skema :
Ket :
kalo ingin hasilnya lebih gede tinggal kawat L1 dan feritnya diperbesar ... awas ya jangan dipegang kalo lagi dijalankan.. DANGER !!!

Semua bagian dari rangkaian itu "hot"(NYETRUM) .. jadi jangan disentuh.. terus kalo mau pake untuk las ganti dengan dioda RBY acmatik yang ampernya lebih gede .. kalo untuk adaptor biasa cukup pake 1n4007

Sumber : Kang Karya Nyata

ADAPTOR ACMATIK

Skema Rangkaian :
Ket :
YANG MAU EXPERIMEN ADAPTOR ACMATIK SILAHKAN..... OUTPUT TEGANGAN TINGGAL ATUR LILITAN SEKUNDERNYA.... .... HATI2 BAGIAN "HOT" nya ... nyetruuum..

Lilitan primer 5M kawat 0,8 ..... kawat sekunder makin gede makin bagus ....

Sumber : Kang Karya Nyata

Selasa, 17 Februari 2015

Power Wireles

Gambar Rangkaian:



Rangkaian transper energy ( energy power wireles ) ini wajib di coba buat nambah koleksi.

Yg lingaran itu  2 lilit pakai kawat email 1mm, diameter lingkaran 4-6 cm.

Jumat, 13 Februari 2015

Inverter 220 Volt Sederhana Untuk Menggatasi PLN mati


Gambar Rangkaian sebagai berikut:


Inverter ini sangat bandel ... biarpun sederhana tapi hasilnya maksimal... untuk gedeiin ampere keluarnya tinggal paralel saja tuh TR jengkolnya tambahkan beberapa TR lagi .... saya pernah pake 8 TR SC1030 pake accu 12V 60AH bisa ngangkat grinda listrik, bor listrik, neon travo 40Watt, kipas angin, pompa air ..... pake travonya yang 15A ... dan resistornya yang 20W soalnya resistor akan panas .... jelasnya kalau mau membuat inverter yang amper outputnya gede .. maka sistem oscilasi pulsa jangan terlalu kenceng ... kalau terlalu kenceng yang terjadi adalah output hasilnya tegangan tinggi tapi amper kecil ..... frekwensi 50KH - 60KH adalah frekwensi jala jala listrik PLN, jadi kita harus membuat inverter yang mendekati frekwensi itu supaya semua peralatan listrik yang kita pakai bisa normal kerjanya....

Untuk outputnya tergantung travo yang digunakan..
Semakin besar travo maka semakin besar watt yang dihasilkan ex Travo 1A CT bisa keluar sekitar 30 watt 2A CT sekitar 50 watt.. bagaimana kalau denggan 20A ,,????

Contoh cara memparalel Transistor..


Selamat mencoba....

Rabu, 07 Mei 2014

Setrum belut Tanpa kumparan

Ex:
 

Gambar Rangkaian :

 Ket:
Tr yg kaki b dpt r 2k2 TIP 31/tip41

kl nyetrum blut byasanya ujungya pake 2kawat pnjang. Jarak kdua ujungnya -+ 30cm. Rangkaian di atas vr nya bsa d gnti pke potensio bwat ngatur frekwensinya. Frekwensi makin tinggi ampere yg keluar mkin bsar. Utk belut arusnya hrus pas kl kgdean mati d dalam. Utk ikan blm coba. Kl teganganya pgen lbh tinggi lg elco am dioda bsa d tmbh. Tp pasti amperenya menurun. Fungsi lampu yg d pasang seri pda (+) utk melindungi transisore fet bila terjadi konslet, jd jika knslet paling lampu aj yg menyala.



Indikator Sekring Putus

Skema:















Sekedar contoh
Modul pwr suplay made in jepang ,,,dan sekedar tambahan harus ada beban misalkan travo ,,, dan juga bisa diaplikasikan untuk fuse box listrik rumah tangga
 

EMERGENCY LED

baterai hape + charger hape

Rangkaian:


Cara kerja:
SAKLAR off = led off
saklar On ,PLN on = led off
saklar on , PLN off = led ON

Senin, 05 Mei 2014

Skema Aplifier Mini 30 Watt Mono

Skema CDI DC

Skema Automatic Water Tank

Skema alat tes remote IR

Berikut adalah Rangkaian yang fungsinya untuk tes segala macam remot,,, diarahkan ke sensorr,,, klo lampu2 kedip2 remot bgus.

Gambar:

Cara membuat ESR Meter Pada PCB lubang dengan IC TL084N pakai


Langkah:

A. Siapkan PCB lubang ukuran 3cmX3 cm buat jalur GND kotak dengan panjang 2CM,lebar 2CM.
B. Pasang Ic TL 084N ditengah2 kotak yg sudah dibuat tadi
C. Solder kaki 1 dan 2 ic TL084N sambung pakai kawat ke GND
D. Dari kaki 3 sambung R1,R2 10K ke kaki 4 dan 11
E. Dari kaki 4 pasang elco C1 1uf/50V ke gnd dengan posisi kaki + elco ke kaki 4,kaki - elco ke GND dari kaki 4 sambung kabel ke +9V batrey/adaptor
F. Dari kaki 5 sambung R14 27K ke GND,dari kaki 5 sambung R13 1K diseri R9 1K,diantara sambungan R13 dan R 9 kasih R11 15 ohm ke GND,ujung R9 sambung ke colector Q1 BC557
G. Dari kaki 6 kekaki 7 jumper R15 27K,dari kaki 6 sambung R12 1K,diseri R8 1K,ujung R8 1K sambung ke colector Q1 BC557
sambungan antara R12 dan R8 kasih R10 15 ohm ke GND,antara sambungan R12 dan R8 kasih dioda D1,D2 IN4002 posisi bolak balik ke GND,juga antara sambungan R8 dan R12 kasih kabel buat probe,kabel probe satunya sambungkan Ke GND
H. Dari kaki 7 sambung R16 15K,ujung R16 sambung ke basis transistor Q2 BC547,dari kaki basis transistor Q2 sambung elco C4 1uf/50V ke GND,emittor transistor Q2 sambung ke GND,kaki colector Q2 sambung LED katoda ke colector Q2,anoda LED sambung R 17 680 ohm sambung ke +9V/kaki 4,dari kaki 7 sambung elco C5 0.1uf/50V kaki + elco ke kaki 7 ic,kaki - elco kekaki 10 ic
I. Dari kaki 8 jumper dioda IN4148 kekaki 9 ic,dengan posisi anoda ke kaki 8,katoda dioda/gelang hitam kekaki 9 ic
J. Dari kaki 9 sambung R20 680 ohm ke potensio 10K,dari potensio sambung kekaki + VU bekas AVO meter,kaki - VU sambung ke GND/jika pakai VU signal sambung langsung dari R20 680 ohm ke +VU,kaki - VU sambung ke GND
K. dari kaki 10 jumper R19 47K ke GND
L. Kaki 11 sambung pakai kabel sambungkan kekaki - batrey 9V,dari kaki 11 sambung elco C2 1uf/50V dengan posisi kaki - elco kekaki 11,kaki + elco ke GND
M. Kaki 12 jumper R4 1K5 ke GND,dari kaki 12 jumper R5 10K kekaki 14
N. Kaki 13 jumper milar 102/1NF ke GND,dari kaki 13 jumper R3 10K kekaki 14
O. dari kaki 14 jumper R7 27K ke basis transistor Q1 BC557,dari basis transistor Q1 jumper R6 4K7 ke +9V
Emittor transistor Q1 ke +9V
Kesimpulannyan tegangan masuk ada di kaki 4 +9V batrey/adaptor
tegangan - masuk dikaki 11,
kaki 1 dan 2 sebagai GND keseluruhan,kaki komponen yg nyambung ke tegangan - batrey =
C2 1uf/50v
R2 10K
yg nyambung ke tegangan + batrey =
C1 1uf/50V
R1 10K
R6 4K7
R17 680 ohm
emittor Q1
yg nyambung ke GND =
R4 1K5
R10 15 ohm
R11 15 ohm
R14 27K
R19 47K
C1 1uf/50V kaki -
C2 1uf/50V kaki +
C3 102/1NF
C4 1uf/50V kaki -
C6 1uf/50V kaki -
dioda D1,D2 IN4002
emittor Q2 BC547
-VU
baca satu2 langkah pembuataannya supaya tidak ada kesalahan semoga paham cara pembuatannya salam solder panas maknyuzzz...
NB: batrey/adaptor cuma satu rangkaian hanya butuh tegangan +9V hanya pakai dua kutub - dan + bukan pakai tegangan CT - 0 dan + seperti yg diskema.
Suka ·

Kamis, 20 Februari 2014

Robot line yang simple dengan menggunakan 2 transistor

saran LDRnya mending di ganti sama photo dioda,,, 

kesulitannya dalam mensetting kecepatan kedua motor yang menjadi seimbang...
dan bagian motornya itu biar gerak rodanya tidak berat di kasih gear box

dlu saya gear boxnya ngambil dari mainan Tank2 an anak2....

dioda 1N4148 berfungsi agar tidak terjadi arus balik(lupa namanya )

LDR/photo dioda dan led white di pasang dengan sejajar,,

Posisi Sensor :


Sensor Maling Jendela

peinsip kerjanya adalah jika foto dioda terhalang oleh bayangan ato sesuatu yang melwati maka Relay akan ON.

Rangkaianya:

Yang sudah Jadi:

Nb. Uji Coba Max Bayangan Pada Jarak 50 Cm.

Rabu, 19 Februari 2014

Rangkaian Huruf dengan Menggunakan LED

LED dapat disusun menjadi sebuah huruf. Hubungan antar LED dapat dihubung secara seri ataupun paralel. Susunan LED yang ditampilkan pada gambar di bawah ini dihubung secara paralel.

Skema Huruf LED (1 huruf)
Setiap huruf LED pada kaki katoda harus dihubungkan dengan kaki kolektor transistor C1815, sedang basis transistor dihubungkan ke resistor (470R). Kaki resistor yang lain dapat dihubungkan ke Output IC 4017 (kaki 3, 2, 4, 7, 10, 1, 5, 6, 9, 11).

Skema Membuat Papan Nama Dari Susunan LED

Yang perlu diperhatikan sebelum membuat papan nama dari susunan LED,
1) Gunakan LED bening.
2) Warnai bagian atas PCB dengan warna gelap (hitam).
3) Perhatikan spesifikasi LED. Pada percobaan ini gunakan LED bening diameter 5mm
yang memancarkan warna merah, spesifikasi tegangannya sebesar 3 volt.

Pemasangan LED :
1) Satu huruf tersusun paling banyak 5 kolom dan 7 row.
2) Satu kolom paling banyak tersusun oleh 6 LED yang diseri.
3) Kemudian kelima kolom dihubung secara paralel.
4) Setiap kolom diberi hambatan, Rx, yang besarnya tergantung pada banyaknya LED dalam satu kolom dan tergantung juga pada jenis LED (pada percobaan ini LED yang digunakan berdiameter 5mm, bening dengan pancaran cahaya merah).
5) Pada kolom yang terdiri dari 6 LED, Rx = 330 ohm; 5 LED, Rx = 560 ohm; 4 LED, Rx=680 ohm
Ingat, ketentuan ini berlaku untuk 5 mm LED bening pancaran cahaya merah.
6) Setiap huruf diberi penguat transistor FCS9013.

Berikut adalah skema satu huruf LED.


Sedang gambar di bawah ini adalah lay out atas papan nama 2 huruf. Untuk membuat papan nama 8 huruf, tinggal disalin dari yang 2 huruf ini.


Berikut ini adalah lay out bawahnya.


Contoh susunan LED pada huruf A dan B :











Nilai Rx pada kolom pertama dan kelima (huruf A) sebesar 560 ohm, karena terdiri dari 5 LED yang tersusun seri. Rx pada kolom kedua, ketiga, dan keempat, sebesar 680 ohm karena terdiri dari 2 LED.
Rx kolom pertama huruf B, 330 ohm. Rx kolom kedua, ketiga, keempat, dan kelima sebesar 680 ohm. 

Selasa, 18 Februari 2014

Rangkaian Penyearah

    Rangkaian penyearah merupakan rangkaian elektronika yang berfungsi menyearahkan gelombang arus listrik. Arus listrik yang semula berupa arus bolak-balik (AC) jika dilewatkan rangkaian Penyearah akan berubah menjadi arus searah (DC).

DIODA

    Ada suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian penyearah.Apakah itu ?.Dialah yang disebut dengan dioda. Dioda merupakan salah satu komponen elektronika yang termasuk komponen aktif Dioda merupakan piranti non-linier yang berfungsi untuk menyearahkan arus dari ac menjadi dc. Setiap dioda yang berbeda mempunyai tegangan cut-in dan tegangan breakdown yang berbeda-beda. Setiap dioda yang berbeda juga menghasilkan kurva i-v yang berbeda pula.Selain sebagai penyearah, dioda juga dapat diterapkan untuk melindungi peralatan elektronika (misalnya, radio dan komputer) dari kerusakan akibat terbaliknya polaritas ketika dihubungkan ke suplai dc. Jika suplai dc dihubungkan dengan polaritas yang salah (A- B+) maka dioda dipanjar mundur sehingga tidak akan melakukan arus ke rangkaian Setelah kita berbicara mengenai dioda,maka sekarang kita masuk ke rangkaian penyearah.

RANGKAIAN PENYEARAH

    Biasanya,kita menjumpai dua jenis penyearah yaitu penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh.

PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG


   Mengapa disebut dengan penyearah setengah gelombang ?.Itu karena penyearah ini menghasilkan tegangan dc hanya dalam setengah periode positif dari satu periode gelombang tegangan masukan dc atau lebih sederhananya Pada rangkaian penyearah setengah gelombang, arus listrik akan dialirkan sebesar setengah gelombang.
    Tegangan setengah gelombang menghasilkan arus beban satu arah,artinya arus mengalir hanya satu arah saja.Tegangan tersebut merupakan tegangan dc yang bergerak naik sampai nilai max dan turun sampai nol dan tetap nol selama siklus setengah negatif.
Rangkaian Setengah Gelombang :
Rangkaian di atas merupakan rangkaian penyearah yang menggunakan satu buah dioda. Sesuai dengan prinsip dasar dioda, idealnya dioda akan berfungsi seperti seuatas kawat pada saat diberi bias maju dan berfungsi bagaikan saklar terbuka pada saat diberi bias mundur. Maksud dari bias maju adalah apabila pada terminal anodanya (pangkal dari symbol panah) diberi catu positif kemudian terminal katodanya (ujung symbol panah) diberi catu negative. Intinya arus listrik bisa mengalir apabila searah dengan arah panah, sedangkan jika berlawanan dengan arah panah maka arus tidak bisa mengalir.

PENYEARAH GELOMBANG PENUH

     Penyearah gelombang penuh adalah penyearah jembatan yang menghasilkan tegangan keluaran dc lengkap dalam satu periode dari tegangan masukan ac.Rangkaian penyearah dengan empat dioda disebut penyearah jembatan.
Rangkaian Setengah Gelombang :
   Penyearah gelombang penuh model jembatan memerlukan empat buah diode. Dua diode akan berkondusi saat isyarat positif dan dua diode akan berkonduksi saat isyarat negatif. Untuk model penyearah jembatan ini kita tidak memerlukan transformator yang memiliki center-tap. Seperti ditunjukkan pada gambar diatas, bagian masukan AC dihubungkan pada sambungan D1-D2 dan yang lainnya pada D3-D4. Katode D1 dan D3 dihubungkan dengan keluaran positif dan anode D2 dan D4 dihubungkan dengan keluaran negatif(tanah).

    Misalkan masukan AC pada titik A berharga positif dan B berharga negatif, maka diode D1 akan berpanjar maju dan D2 akan berpanjar mundur. Pada sambungan bawah D4 berpanjar maju dan D3 berpanjar mundur. Pada keadaan ini elektron akan mengalir dari titik B melalui D4 ke beban , melalaui D1 dan kembali ke titik A. Pada setengah periode berikutnya titik A menjadi negatif dan titik B menjadi positif. Pada kondisi ini D2 dan D3 akan berpanjar maju sedangkan D1 dan D4 akan berpanjar mundur. Aliran arus dimulai dari titik A melalui D2, ke beban, melalui D3 dan kembali ke titik B. Perlu dicatat di sini bahwa apapun polaritas titik A atau B, arus yang mengalir ke beban tetap pada arah yang sama.

Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT

Penyearah gelombang penuh dengan menggunakan transformator sadapan pusat (Center Tap).

Rabu, 12 Februari 2014

Rangkaian Deteksi Kegelapan



Parts:
IC = LM317  rangkaian detektor gelap yang ditampilkan di sini dapat digunakan untuk menghasilkan alarm terdengar ketika cahaya di dalam ruangan berjalan OFF. Rangkaian ini membangun sekitar IC timer NE555.A tujuan umum LDR digunakan untuk merasakan cahaya. Ketika cahaya yang tepat jatuh pada LDR perlawanan yang sangat rendah. Bila ada cahaya perlawanan LDR meningkat. Pada saat ini IC dipicu dan drive buzzer untuk menghasilkan suara alarm. Jika transistor dan relay dihubungkan pada output (pin3) dari IC1 bukannya buzzer, peralatan listrik dapat diaktifkan sesuai dengan cahaya. 

Catatan

LDR, R4 dapat berupa LDR tujuan umum. Rangkaian harus dirakit pada kualitas PCB yang baik atau papan umum. Rangkaian dapat diaktifkan dari baterai 9V PP3. The POT, R3 bisa dituntut sebagai pengatur volume. Pasang IC1 pada holder.It akan membuat pengganti mudah. P1 = 4.7K R1 = 120R C1 = 100nF - 63V C2 = 1uF - 35V C3 = 10uF - 35V C4 = 2200uF - 35V D1-D4 = 1N4007

Fitur: Hanya menambahkan sebuah transformator yang sesuai (lihat tabel) Besar untuk daya proyek Anda dan menyimpan uang pada baterai Cocok sebagai power supply disesuaikan untuk percobaan Kontrol motor DC, tegangan rendah lampu, ...

Spesifikasi: Diatur tegangan apapun antara 1,5 dan 35V Riak sangat rendah (80dB penolakan) Short-sirkuit, perlindungan termal dan kelebihan Tegangan input Max: 28VAC atau 40Vdc Max disipasi: 15W (dengan heatsink) Dimensi: 52x52mm (2.1 "x 2.1")

Spesifikasi Teknis Input Voltage = 40Vdc max Transformer Output Voltage = 1.5V untuk 35Vdc Output Lancar = 1,5 Amps max. Power Disipasi = 15W max (didinginkan)

Catatan: Hal ini tidak harus didinginkan jika digunakan untuk kekuatan kecil. 28 Volt AC max diperbolehkan untuk tegangan input.

Volt Meter Dengan Indikator LED

[vom-24v.gif]